27 November 2016

TIPS MEMILIH KAMERA UNTUK PEMULA


Banyak dari rekan saya yang ingin memulai untuk terjun ke dunia fotografi atau hanya sekedar hobi, dan pertanyaan familiar yang sering saya dengar adalah “Saya pemula lantas jenis dan merek kamera apa yang harus saya beli?”. Ok well hobi fotografi sangat berkaitan erat dengan teknologi. Dan sama dengan hal lain yang berkaitan dengan teknologi, maka pepatah yang mengatakan “ada uang ada barang” & “you get what you pay for” adalah sangat tepat. Tidak dapat dipungkiri, apabila Anda mencari kamera atau perlengkapan fotografi yang terbaik, maka ada bujet yang harus Anda siapkan. Semakin canggih kamera yang Anda inginkan akan semakin
besar pula bujet yang diperlukan. Karena itu, apabila Anda pemula maka lebih baik yang Anda cari adalah kamera yang paling cocok dan bukan kamera yang paling baik atau canggih. Modal awal dan paling penting bagi semua fotografer bukan pada kecanggihan kameranya tapi pada mata yang terlatih, dan Anda tentu saja sudah memiliki mata. Yang perlu Anda lakukan hanyalah melatih mata tersebut dengan bantuan kamera.


1. Apa tujuan Anda membeli kamera?

Apa alasan utama Anda membeli kamera? Saya rasa pada tahap ini ada dua alasan utama membeli kamera (tiga bila Anda seorang mahasiswa yang mengambil kelas fotografi). Pertama untuk keperluan dokumentasi (biasanya untuk foto keluarga, acara-acara bareng teman-teman, acara kantor dst) dan kedua karena Anda berminat untuk menjalani hobi fotografi. Apabila Anda seorang mahasiswa peserta mata kuliah fotografi bisa jadi alasan ketiga adalah untuk mempermudah Anda menjalani kelas tersebut (mengerjakan tugas-tugas, dll).
Apabila alasan utama Anda adalah untuk keperluan dokumentasi atau kuliah, maka saran saya belilah kamera kit. Yaitu kamera yang dijual dalam satu paket yang terdiri dari body kamera dan lensa kitnya (biasanya lensa 18-55mm). Kemudian apabila bujet memungkinkan langkah berikutnya adalah membeli lensa tele (karena biasanya paket kamera kit tidak menyertakan lensa tele didalamnya) seperti 70-300mm. Pada tahap ini Anda sudah memiliki 1 body kamera dengan lensa 18-55mm (untuk pemotretan indoor dan wide) dan lensa 70-300mm (untuk pemotretan outdoor dan objek foto yang jauh). Untuk keperluan dokumentasi maka apa yang Anda miliki saat ini sudah cukup. Apabila Anda tidak terlalu suka gonta-ganti lensa, maka Anda bisa menjual lensa kit 18-55mm dan menggunakan uang hasil penjualan lensa tersebut untuk menambahkan bujet membeli lensa dengan focal length yang mencakup wide sampai tele (biasa disebut lensa “sapu jagat”) seperti lensa 18-200mm. Atau pilihan lain, pada saat membeli kamera Anda hanya beli body kamera saja, lalu membli lensa 18-200mm terpisah. Berikut starter kit untuk keperluan dokumentasi atau kelas fotografi:
  • Body kamera
  • Lensa kit 18-55mm
  • Lensa  tele (contoh: 70-300mm)
Apabila Anda berniat untuk mencoba hobi fotografi, maka setup perlengkapan sama seperti untuk keperluan dokumentasi di atas. Yaitu body kamera dan lensa yang bisa mencakup dari wide sampai tele. Namun karena umumnya lensa kit tidak memiliki aperture yang cukup besar dan begitu juga dengan lensa “sapu jagat”. Maka saya sangat menyarankan untuk memiliki satu lensa dengan bukaan terbesar minimal f/2. Lensa seperti ini (kita sebut fast lens) akan mempermudah Anda untuk kelak berlatih foto dalam kondisi low light dan bermain dengan Depth of Field yang sempit. Apabila bujet Anda terbatas, maka rekomendasi saya adalah satu lensa wide (lensa kit sudah cukup) dan satu fast lens. Saya sarankan apabila Anda pemula jangan terlalu banyak membeli lensa di awal. Kuasai dan berlatih dengan satu lensa hingga Anda benar-benar paham karakteristik lensa tersebut sebelum membeli lensa baru.


2. Berapa bujet yang Anda siapkan?

Bujet akan menentukan jenis kamera dan lensa yang dapat Anda beli. Sama sekali tidak menentukan brand atau mereknya. Secara garis besar perlengkapan fotografi dapat dibagi menjadi  kategori berdasarkan harganya:
  • Kategori beginner (pemula)
  • Kategori semipro
  • Kategori pro
Pada kategori beginner, biasanya kamera tersedia dalam paket kit (body + lensa kit). Kamera ini ditujukan pada pemula yang baru pertama kali menggunakan kamera SLR atau mereka yang pindah dari kamera pocket atau prosumer. Rentang harganya pada saat tulisan ini dibuat sekitar 4-6 juta rupiah untuk paket kit kamera beginner terbaru. Di dalam kategori ini ada satu sub kategori yaitu kategori “serious amateur”. Biasanya kamera ini ditujukan buat mereka yang tadinya menggunakan kamera hanya untuk dokumentasi dengan kamera pemula, sekarang menjadi peminat hobi fotografi yang lebih serius. Kamera jenis ini selain dijual dalam bentuk kit, juga tersedia dalam bentuk body only (BO). Rentang harganya untuk BO adalah sekitar 7-10 juta rupiah.
Untuk kategori semipro adalah kamera yang mulai didesain untuk para profesional fotografi. Fitur-fitur yang ada tidak didesain untuk pemula. Pada kategori ini rentang harga untuk BO adalah 15-20 juta rupiah. Sedangkan untuk kategori kamera profesional harganya sudah melambung hingga minimal 30 juta rupiah untuk BO.
Apabila Anda baru pertama kali membeli kamera maka saran saya untuk membeli kamera pada kategori beginner saja. Apabila ada bujet lebih bisa langsung beli kamera pada kategori serious amateur. Saya tidak menyarankan untuk langsung beli kamera semipro apalagi pro. Lebih baik sisa bujetnya dialihkan untuk membeli lensa saja.
Apertur maksimum pada lensa biasanya berpengaruh pada harganya. Lensa dengan bukaan-bukaan besar seperti lensa dengan bukaan f/2.8, f/2, f/1.8, f/1.4 dst umumnya lebih mahal dengan lensa yang memiliki focal length yang sama tapi bukaan yang lebih kecil. Begitu juga dengan fitur Image Stabilization. Lensa dengan focal length yang sama tapi memiliki fitur ini akan dijual lebih mahal daripada yang tidak dilengkapi dengan fitur ini.
Produsen lensa selain memproduksi lensa standar, mereka juga memproduksi lensa khusus yang lebih mahal. Contoh Canon dengan lensa L series dan Nikon dengan lensa N seriesnya. Lensa tipe ini lebih mahal daripada lensa biasanya walaupun pada focal length yang sama.
Untuk lensa, apabila keperluan Anda hanya untuk dokumentasi maka fokus untuk dapatkan lensa yang dapat mencakup lensa wide dan lensa tele. Sedangkan apabila Anda berniat untuk serius belajar fotografi maka kuncinya bukan untuk memiliki banyak lensa tapi dengan mendapatkan lensa terbaik yang bisa Anda dapatkan dari bujet yang Anda miliki. Lebih baik memiliki 1 lensa yang baik secara kualitas ketimbang memiliki banyak lensa yang biasa-biasa saja.


Catatan: rentang harga di atas adalah gambaran pada saat tulisan ini dibuat. Pada saat Anda membaca tulisan ini kemungkinan harga tersebut bisa berubah. Namun secara umum apabila Anda browsing harga-harga maka akan terlihat 3 kategori yang saya maksud.
  
3. Di lingkungan terdekat Anda, merek apa yang paling banyak digunakan?

Nah pertanyaan inilah yang akan menjawab merek kamera apa yang seharusnya Anda beli. Kalau saya ditanya lebih bagus mana Canon atau Nikon, maka saya akan balik bertanya dengan pertanyaan ini :) Lihat teman-teman terdekat Anda yang memiliki kamera, yang punya hobi fotografi, yang sering jalan bareng dengan Anda, yang kelak akan sering hunting bareng dengan Anda. Lihat kebanyakan menggunakan merek apa? Apabila kebanyakan menggunakan merek Nikon, maka belilah kamera Nikon. Apabila kebanyakan menggunakan merek Canon, maka belilah kamera Canon, dst. Kenapa ini penting, karena dengan memiliki perlengkapan fotografi yang sama, maka kelak Anda dapat saling bertukar pakai dengan teman-teman Anda. Anda bisa sharing pengalaman dan troubleshoot masalah dengan lebih mudah. Ini berguna apabila Anda memiliki bujet terbatas sehingga Anda hanya memiliki lensa yang terbatas, dengan memiliki teman-teman dengan merek yang sama Anda bisa mencoba lensa-lensa lain yang tidak Anda miliki pada saat sekarang

Share this

0 Comment to "TIPS MEMILIH KAMERA UNTUK PEMULA"

Post a comment